Sabtu, 29 Maret 2014

Remo-XP - Free Download Softwares Full

Remo-XP - Free Download Softwares Full


Cara Menyadap HP Android

Posted: 28 Mar 2014 10:05 AM PDT

Remo-xp.com – Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi trik bagaimana memata-matai (spy) atau menyadap aktivitas telphone (call), sms, whatsapp, gps (lokasi), browsing, dan masih...

Untuk informasi lengkap dan download software dan games lebih banyak lagi, silahkan kunjungi www.remo-xp.com

Jumat, 28 Maret 2014

Remo-XP - Free Download Softwares Full

Remo-XP - Free Download Softwares Full


PhotoInstrument 6.9 Full Serial

Posted: 27 Mar 2014 10:05 AM PDT

Remo-xp.com – PhotoInstrument adalah aplikasi editing photo yang berfungsi untuk mempercantik wajah. Misalnya anda ingin menghilangkan atau memperhalus kulit wajah, nah anda bisa menggunakan ...

Untuk informasi lengkap dan download software dan games lebih banyak lagi, silahkan kunjungi www.remo-xp.com

Kamis, 27 Maret 2014

Sang Pemburu Berita

Sang Pemburu Berita


Indonesia dalam Incaran Mafia China Connection - 5 (Tamat)

Posted: 25 Mar 2014 05:05 PM PDT

SANGPEM - Negara besar adalah negara yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak mempan diintervensi siapa pun, terutama kekuatan asing. Selain itu, negara besar adalah negara yang tak hanya memiliki wilayah yang luas dan penduduk yang banyak, namun juga negara dengan penduduk yang sejahtera, gemah ripah loh jinawi. Seperti itukah Indonesia sekarang?

Dalam orasi politik yang disampaikan saat berkampanye di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2014), dengan tegas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan kalau bangsa dan pemimpin negeri ini adalah kacung pihak asing karena telah diintervensi sedemikian rupa, sehingga negara maritim dan agraris ini bahkan tak hanya menjadi konsumen produk yang dihasilkan pihak asing tersebut, tapi juga sampai mengimpor bahan pangan yang sebenarnya dapat dihasilkan sendiri, seperti garam, bawang putih, pepaya, dan sebagainya.

Tak hanya itu, buruh-buruh di negeri ini pun, akibat diintervensi asing, digaji dengan sangat murah.


"Kita tidak boleh begini terus! Kita harus mulai berani mengatakan tidak, tidak dan tidak atas intervensi asing tersebut! Kita harus jadi bangsa yang mandiri, karena negara kita merupakan keempat terbesar di dunia, dan kekayaan alam kita merupakan yang kelima terbesar di dunia!" teriak Prabowo dengan berapi-api.

Mantan Danjen Kopassus yang juga capres Partai Gerindra ini bahkan dengan tegas meminta masyarakat untuk jangan memilih calon presiden (capres) boneka, karena capres seperti itu jika terpilih tidak akan membuat negara ini menjadi lebih baik!

Prabowo tidak menjelaskan siapa capres boneka yang dimaksud, namun pegiat LSM senior Amir Hamzah menganalisis kalau yang dimaksud Prabowo adalah Jokowi. Ia yakin, karena sebagai seorang mantan Danjen Kopassus, Prabowo pasti takkan ngomong sembarangan, dan apa yang dikatakannya itu dapat dipertanggungjawabkan.

"Apalagi karena saat kampanye di Sragen (Jawa Tengah) pada 16 Maret lalu, Prabowo juga mengatakan hal yang sama. Dan itu hanya 48 jam setelah Jokowi mendapat mandat dari Mega untuk nyapres," imbuhnya.

Untuk diketahui, saat Jokowi-Ahok menjadi cagub dan cawagub pada Pilkada DKI 2012, adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, menjadi salah satu penyandang dana untuk kampanye pasangan ini. Setelah keduanya memenangi Pilkada, Hashim mengundurkan diri karena merasa tugasnya sudah selesai. Keterlibatan Hashim kala itu, menurut sejumlah kalangan, memungkinkan dirinya untuk mengetahui mengapa Jokowi didorong agar mengikuti Pilkada DKI, dan oleh siapa serta untuk tujuan apa.

Seorang caleg Gerindra dari salah satu dapil di Jakarta Selatan, dan ketika Pilkada DKI 2012 menjadi salah seorang anggota tim sukses Jokowi-Ahok, membenarkan sinyalemen Prabowo tentang capres boneka yang mengarah kepada Jokowi. Ia bahkan membenarkan adanya keterlibatan pengusaha James Riady sebagai penyandang dana Jokowi-Ahok, dan Jokowi for President.

"Tapi kalau soal China Connection-lah yang menjadikan dia sebagai capres boneka, saya malah belum tahu dan baru dengar," katanya.

Hingga kini pun belum ada tanggapan dari PDIP maupun dari Jokowi atas artikel yang ditayangkan VOA Islam dan akhirzaman.info. Entah apakah mereka belum tahu tentang tayangan artikel itu, atau karena mereka sengaja tidak menanggapinya? Wallahu'alam.

Tapi yang pasti, ketika Jokowi secara tidak langsung meminta Prabowo agar berpolitik dengan santun dan tidak menjelek-jelekkan capres lain, Prabowo membuat sebuah puisi yang dibacakan saat kampanye di GBK, Minggu (23/3/2014). Begini antara lain syair puisinya :

"Boleh berbohong, Asal santun
Boleh nipu, Asal santun

Boleh nyuri, Asal santun
Boleh khianat, Asal santun
Boleh jual negeri, Asal santun
"

Puisi ini dengan telanjang mengarah kemana, karena dengan maju sebagai capres meski telah berjanji akan menuntaskan lima tahun jabatannya (hingga 2017), Jokowi jelas telah berbohong dan berkhianat. VOA Islam dan akhirzaman.info bahkan melansir kalau ketika masih menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi diduga pernah melakukan korupsi. Tak heran jika dalam puisinya, Prabowo mengatakan; boleh nyuri asal santun.

Inilah tiga saja dari beberapa dugaan korupsi yang dilakukan Jokowi :
1. Jokowi terlibat dalam penggelapan/korupsi dana APBD untuk KONI Surakarta sebesar Rp. 10 miliar. Sebagian di alihkannya ke Persis secara melanggar hukum.
2. Jokowi terlibat korupsi dan suap dalam pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan, dimana pelepasan aset gedung hotel sarat suap dan KKN. Mengenai suap dan korupsi Jokowi serta pelanggaran UU, PP, Perda, dll.
3. Korupsi Jokowi pada penyaluran dana BPMKS sebesar Rp. 9.9 miliar, dimana laporan realisasi 110.000 siswa namun faktanya ternyata kurang dari 65.000 siswa Solo. (Tamat)

Remo-XP - Free Download Softwares Full

Remo-XP - Free Download Softwares Full


IBM SPSS Statistics 21 x86 Full Crack

Posted: 26 Mar 2014 10:05 AM PDT

Remo-xp.com – Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah share IBM SPSS Statistics v22 x64. Berhubung ada yang request versi x86/32 bit nya, dan saya belum menemukan IBM SPSS v22 yang 32 bit,...

Untuk informasi lengkap dan download software dan games lebih banyak lagi, silahkan kunjungi www.remo-xp.com

Rabu, 26 Maret 2014

Sang Pemburu Berita

Sang Pemburu Berita


Indonesia dalam Incaran Mafia China Connection - 4

Posted: 24 Mar 2014 04:53 PM PDT

SANGPEM - Jumat 14 Maret 2014 barangkali menjadi hari yang cukup bersejarah bagi PDI-Perjuangan karena saat itu 22 purnawirawan jenderal TNI dan Polri menyatakan bergabung dengan partai berlambang moncong putih tersebut, demi menyukseskan pencapresan Jokowi di Pemilu 2014 ini.

"Ibu Mega telah memutuskan suatu hal luar biasa di tengah-tengah kerinduan rakyat akan hadirnya pemimpin yang mau mendahulukan kepentingan bangsa," ujar Jenderal (Purn) Luhut B Pandjaitan, salah satu dari 22 purnawirawan jenderal TNI dan Polri yang merapat ke PDIP, saat menyampaikan dukungannya tersebut di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.


Luhut B. Panjaitan. (int)
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan ini optimistis Jokowi takkan menyia-nyiakan mandat yang diberikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepadanya, sehingga mantan walikota Solo itu dapat maju sebagai capres, dan menyatakan bahwa Pemilu 2014 ini akan menarik karena Jokowi akan bertemu dengan Aburizal Bakrie sebagai capres dari Partai Golkar.
"Hanya mereka berdua (PDIP dan Golkar) yang mempunyai kemungkinan lolos dan sanggup menembus ambang batas parliamentary threshold sebesar 20 persen suara nasional. Kami mengapresiasi keduanya," ujar purnawirawan yang juga merupakan wakil ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar ini.

Terkesan tak ada yang istimewa dalam peristiwa bergabungnya ke-22 purnawirawan TNI dan Polri itu ke PDIP demi menyukseskan pencapresan Jokowi, namun jika Anda membaca berita yang dilansir VOA Islam dan dikutip akhirzaman.info, Anda akan tercengang karena di situ disebutkan bahwa Luhut adalah jenderal yang mengkonsolidasikan konglomerat Indonesia keturunan Tionghoa di Singapura, yang beberapa di antaranya masih berstatus sebagai buronan kasus BLBI. Jumlah konglomerat yang dikonsilidasikan sekitar 20 orang. Benarkah?

Hingga kini belum ada sanggahan atau klarifikasi atas tulisan tersebut, namun pegiat LSM senior Amir Hamzah mengatakan, Jokowi dan Megawati Soekarnoputri pada Oktober 2013 silam memang pernah ke Singapura, dan setelah itu, pada 13 Maret 2014, sekitar 60 pengusaha rapat bersama Mega di kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Amir bahkan mengatakan, rentetan kejadian itu memiliki makna tersendiri karena berdasarkan informasi yang ia dapat, Mega sebenarnya masih ingin maju sebagai capres, namun karena ada tekanan, terutama dari kelompok konspirasi di eksternal PDIP, dia pun memberi  mandat kepada Jokowi untuk nyapres.

Ketika ditanya kelompok konspirasi mana yang menekan Mega, Amir menduga kalau 60 pengusaha yang rapat dengan Mega kemungkinan ada yang merupakan perwakilan-perwakilan dari hasil kunjungan Mega dan Jokowi ke Singapura.

"Karena itu saya berharap, jika analisa saya ini benar, masyarakat waspada. Jika tidak, maka Pilpres 2014 akan menghasilkan seorang presiden virtual (presiden boneka) yang sepak terjangnya sama dengan presiden AS ke-28, Woodrow Wilson," imbuh dia.

Pertanyaannya sekarang, apakah Mega dan Jokowi ke Singapura untuk dipertemukan dengan 20 konglomerat yang telah dikonsolidasikan itu? Menarik untuk dikaji apa yang dikatakan Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada media setelah pertemuan Mega dengan ke-60 pengusaha tersebut di kantor DPP PDIP.

"Para pengusaha ingin memberikan masukan pemikiran bilamana PDI Perjuangan diberikan kesempatan melalui pilihan rakyat untuk memimpin dalam pemerintahan yang akan datang. Pertemuan itu dalam rangka membangun komunikasi dengan para pengusaha. PDIP juga mengharapkan dukungan para pengusaha itu," katanya.

Yang juga menjadi pertanyaan, di antara para tokoh yang telah menyatakan maju sebagai capres 2014, ada dua yang merupakan purnawirawan TNI, yakni Wiranto dari Partai Hanura, dan Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, tapi mengapa para purnawirawan TNI mendukung Jokowi?

Soal ini Amir Hamzah mengatakan, soal siapa mendukung siapa, itu hak setiap orang yang tak dapat diganggu gugat. Apalagi karena dalam dunia politik tidak ada kawan atau lawan. Yang ada hanya kepentingan.

Namun demikian, jelasnya, sejak para tentara masih di akademi, memang telah ada rivalitas yang dipicu oleh masalah angkatan dan oleh adanya kelompok-kelompok selama masih di akademi tersebut. Kondisi ini diperparah pada masa Orde Baru karena kedekatan para tentara dengan penguasa kala itu berlapis-lapis dimana dikenal dengan istilah lingkaran satu, lingkaran dua, lingkaran tiga dan seterusnya.

"Tapi karena di era itu dominasi Soeharto di internal TNI cukup kuat, rivalitas itu tidak muncul ke permukaan dan diketahui publik. Namun setelah Orde Baru tumbang dan berganti era reformasi, ya, sudah, bubar. Apalagi karena organisasi purnawirawan TNI kan sekarang banyak. Kalau dulu hanya Pepabri, sekarang ada Persatuan Purnawirawan TNI AL, AU, AD, dan sebagainya. Pengorganisasiannya pun cenderung (menimbulkan) konflik," jelas dia.

Tak ada masalah sebenarnya jika keterlibatan para jenderal itu dalam mendukung pencapresan Jokowi, murni karena pilihan hati nurani. Tapi bagaimana jika berita yang dilansir VOA Islam itu benar? Sudah menjadi apakah sebenarnya negeri ini?

Selain Luhut B Panjaitan, inilah para purnawirawan jenderal TNI dan Polri yang kini berada dalam barisan Jokowi: mantan Wakil Ketua KPK Irjen Pol (Purn) Bibit Samad Rianto, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar dan Subagyo HS. Ada juga mantan Kapuspen TNI Letjen (Purn) Yunus Yosfiah, mantan Aster TNI Letjen (Purn) Agus Widjojo, Letnan Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Sumardi, Letjen TNI (Purn) Johny Lumintang, Letjen TNI (Purn) Abdul Muis, Mayjen TNI (Purn) Syamsir Siregar, Mayjen TNI (Purn) Samsudin, Mayjen TNI (Purn) Zainal Abidin. Mayjen TNI (Purn) Suadiatma, Mayjen TNI (Purn) Heriyono, Mayjen TNI (Purn) Zul Effendi Syarif, Laksamana Muda (Purn) Handoko, Mayjen TNI (Purn) Heriyadi, Marsekal muda (Purn) Sonny Rinjani, Brigjen TNI (Purn) Paulus Prananto, Brigjen TNI (Purn) Eddy Kustiwa, dan Letjen TNI (Purn) Sintong Pandjaitan. (bersambung)